RSS

Sejarah Rohis Al Uswah

24 Apr

Sie Kerohanian Islam yang selanjutnya disingkat ROHIS adalah wadah yang menampung siswa-siswi muslim di SMA 1 Teladan Yogyakarta. Sehingga dari segi kuantitas Rohis mempunyai ‘bolo’ yang besar, hal inilah yang menantang bagaimana agar mampu mengerahkan dan mengarahkan segenap potensi yang ada.

Adalah memang demikian kalau dikatakan bahwa pada dasarnya anak-anak SMA 1 Jogja itu baik, pintar-pintar dan bahkan punya semangat beagama yang tinggi. Namun, sangat disayangkan jika potensi tersebut sia-sia. Hal inilah yang melatarbelakangi pembentukan suatu alternatif pilihan diantara sekian banyak pilihan yang berupaya meniti jalan kebenaran (baca = Islam). Dari pemikiran itu pula kiranya fungsi dan peran Rohis digariskan dalam Dwi Fungsi Rohis, yaitu :

1. Pembinaan Syakhsiyah Islamiyah
Syakhsiyah Islamiyah adalah pribadi-pribadi yang Islami. Jadi Rohis berfungsi untuk membina muslim Teladan menjadi peribadi-pribadi yang unggul, baik dalam kapasitas keilmuannya maupun keimanannya. Karena Syaksiyah Islamiyah adalah dasar pembentukan keluarga yang sakinah, keluarga ini menjadi pilar masyarakat yang baik yang selanjutnya menciptakan kondisi negara yang thayyib dan rabbun ghaffur.
2. Pembentukan Jamiatul Muslimin
Maksudnya adalah bahwa Rohis dapat berfungsi sebagai ’base camp’ dari siswa-siswi muslim SMA 1 Yogyakarta untuk menjadikan pribadi maupun komunitas yang Islami. Dari sini maka tekad untuk membumisasikan Islam di SMA 1 akan mudah tercapai. Apalagi sekitar tahun 1990, Rohis telah mempunyai motto ”Isyhadu Bianna Muslimun” (Saksikanlah bahwa kami orang-orang Islam).

Sejarah Al Uswah

Perjalanan Al Uswah dalam rentang waktu yang belum terlalu lama ini sudah cukup untuk membuktikan kebenaran firman Allah dalam surat Muhammad (47) ayat 7 : ”Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

Kisah ini dimulai pertengahan tahun 1986. Sebelum itu yang dinamakan Sie Kerohanian Islam masih dianggap relatif kecil, kalau tidak bisa dikatakan hanya sekadar hitam di atas putih. Al Uswah dulu adalah nama musholla dekat WC yang layaknya disebut gudang. Kemudian muncul ide yang merebak untuk memberi nama sekaligus memberi identitas terhadap muslim Teladan. Mula pertama ketika Rohis dipimpin oleh Hamdan Handoko yang dengan tiba-tiba mencantumkan ”Al Uswah” dalam sebuah dekorasi PHBI. Untuk selanjutnya ditetapkan menjadi Unit Komunitas Islam di SMA 1 pada masa kepemimpinan Munif Ridwan. Sedangkan logo yang saat itu muncul adalah karya Sunardi yang telah memenangkan lomba pada waktu itu. Di masa ini pula Rohis pertama kali ikut PTB WDP dan sekaligus menciptakan tekad ”Membumisasikan Islam di SMA 1”.

Masjid Al Uswah sekarang yang jauh lebih indah dan lebih nyaman daripada musholla sebelumnya bukanlah mudah untuk mewujudkannya, tetapi butuh perjuangan dan pengorbanan. Musholla Al Uswah, tempat yang penuh keteduhan itu berdiri pada hari Jum’at 3 Agustus, tinggal satu perjuangannya, yaitu memakmurkannya.

Jilbab yang menjadi dambaan dan identitas siswi muslim mulai muncul tahun 1990-1991. Ketika itu masih terlalu banyak tantangan dan hambatan yang menghadang, namun itu semua tidak menyruutkan semangat para jilbaber perintis.

Hingga akhirnya datang masa bahagia seiring turunnya SK Mendikbud no 100 yang membolehkan pemakaian pakaian khas itu di lingkungan pendidikan. Tahun-tahun berikutnya jilbab seakan terus merebak di kampus cemara, melambai-lmbai mengajak siswi muslimah untuk turut mengamalkan perintah wajib yang satu ini.

Di masa kepemimpinan Anton Rahmat Widodo ini juga lahir Jamaah Pelajar Muslim yang menjelma menjadi Forum Komunikasi Pelajar Muslim (FKPM) sebagai hasil dari pembicaraan ketua Rohis SMA 1, SMA 3, SMA 4 dan SMA 10. Di masa ini juga digariskannya adanya Dwi Fungsi Rohis yaitu pembinaan Syakhsiyah Islamiyah (pribadi muslim yang baik) dan pembentukan Jamiatul Muslimin.

Masa selanjutnya bukanlah masa yang ringan bagi pengurusnya, disamping harus menjaga peran dan fungsi Rohis pada tempatnya juga beban warisan ”nama besar” yang telah dirintis oleh para pendahulunya. Disamping harus melakukan pembenahan dalam upaya pembinaan kedalam maupun keluar. Rohis juga dituntut untuk mampu mengenali dan memahami kebutuhan ’umat’ kalau tidak ingin ditinggalkannya.

Tercatat sekarang ini agenda-agenda yang telah ada sebagai upaya melengkapi peran Rohis diantaranya Gema Ramadhan Teladan (GRT), Forum Kajian Islam (FKI), Rohis Shop, Bulan Al Qur’an, Gelar Muharram Teladan (GMT), dan sederet agenda lainnya yang semua itu tidak lain sebagai realisasi untuk membumisasikan Islam di SMA 1 Jogja. Dan rupaya gayung pun bersambut, ketika mantan aktivis itu telah meninggalkan kampus tercinta, mereka alumni-alumni –muslim teladan- merasa dipertemukan kembali oleh ”jari-jari” Allah. Dibentuklah KSAI Al Uswah pada 9 Agustus 1991 dan pada 14 November 1993 digalar Muktamar KSAI Al Uswah untuk pertama kalinya. ■ Hnf

Advertisements
 
13 Comments

Posted by on April 24, 2008 in Al Uswah

 

Tags:

13 responses to “Sejarah Rohis Al Uswah

  1. abu arkan

    June 7, 2008 at 04:50

    logonya mbok diganti..
    sekilas mirip lambang yahudi sepertinya..

    Like

     
  2. hanif

    June 7, 2008 at 22:30

    lha kan udah diganti akh.. tuh, gambar yang bawah

    Like

     
  3. anang

    July 7, 2008 at 03:19

    salut.. buat yang nulis..
    bis alintas generasi.. sekarang gimana KSAI?

    Alunus teladan ’92
    eks Rohis dan KSAI

    Like

     
  4. hanif

    July 10, 2008 at 01:46

    Alhamdulillah, KSAI insya Allah senantiasa berbenah dan berkembang… http://www.ksai-aluswah.org

    Like

     
  5. Abu Aufa

    September 14, 2008 at 17:44

    Mmmh, subhanallah. Kalo tidak salah ingat, tulisan ini pernah termuat di majalah Uswah warna ijo tua..di era tahun 94-an deh 🙂
    Btw, itulah Mas Anang (kalo gak salah yang dulu badannya subur..) Risalah Muhammad SAW akan sinambung sampai akhir zaman, dengan generasi yang senantiasa bertautan untuk menjadi penghasungnya.
    Barokallahufik u Brother Hanif yang telah menuliskannya untuk kita

    Like

     
  6. hanif

    September 27, 2008 at 03:16

    mas Yuli… senang bisa berjumpa lagi… ^_^
    Iya, saya rangkum dari beberapa majalah dan sumber di aluswah, beberapa masih dalam proses olah… banyak yang tercecer… sedang merangkai lagi kebaikan-kebaikan itu…

    Like

     
  7. wong

    December 13, 2008 at 14:30

    hm . .

    aluswah ya .?
    Assalamu’alaikum..
    salam kenal,, btw KSAI itu apa ya kalo boleh tau?

    thx ya bagi seseorang yg mau jwb ptnyaan saya ini ^o^

    Like

     
  8. Ridlo sman1pati

    January 29, 2009 at 08:46

    Assalamualaikum wr wb

    Like

     
  9. Muhammad Husein B.

    February 21, 2009 at 19:14

    Akhi,jazakallaahu khair u/ membuat tulisan sejarah Al Uswah ini. Saya alumni 1991, & membaca tulisan antum ini jadi teringat saat saya mulai jadi anggota Al Uswah di tahun 1989 & kemudian mulai ikut jadi salah satu pengurus saat kepengurusan Al Uswah di jaman M. Arif Rahman (lulus 1991). Salam ukhuwah dari saya.

    Like

     
  10. niQ

    May 23, 2009 at 07:34

    CaEeo….
    wLo cMa cLon nAgh TELADAN….( mCii SMP gToo…)
    tPi tE2p nGacHii cMangAdh….
    cAeeeOw

    Like

     
  11. amrizal

    June 2, 2011 at 19:32

    kreatif….

    Like

     
  12. anton rw

    September 11, 2011 at 21:40

    Salut, penulisan sejarah yg meski singkat tapi akurat….

    Like

     
  13. POH Al Uswah

    March 2, 2015 at 04:55

    Reblogged this on Pelayan Oemat Harian Rohis Al-Uswah.

    Like

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: