RSS

Tidak Sekadar “Tidak”

31 Jul
  1. Berkata tidak, bukan berarti mengurangi kesenangan. Sesungguhnya, ia juga merupakan pintu menuju hamparan kebahagiaan yang jauh lebih luas.
  2. Keberanian berkata tidak harus kita mulai dari diri sendiri, karena kepedulian orang lain, punya banyak keterbatasan.
  3. Berkata tidak, memang tidak boleh asal berkata. Dua hal mendasar yang harus diperhatikan, pertama sesuatu yang kita tolak, harus jelas dasarnya. Kedua, cara menolaknya harus dengan baik.
  4. Ketegasan dalam menolak, konotasinya tidak selalu bersikap kasar
  5. Kata-kata ‘tidak’ bukan berarti hubungan baik dengan orang lain terputus
  6. Sebuah penolakan harus diiringi dengan sejumlah sikap lain, agar kita tetap bisa menciptakan suasana kondusif bagi kebenaran yang kita perjuangkan.
  7. Menolak itu memang tidak sekadar berkata tidak. Harus ada pengetahuan, ketrampilan, kedewasaan, dibalik keneranian yang harus muncul secara tegas.
  8. Dalam Islam perintah dan larangan adalah dua mata yang berdampingan.
  9. Kita rindu sosok-sosok Muslim, yang tegas tanpa harus menghancurkan, yang berani tanpa harus mendzolimi.
  10. Belajar menjadi penolak yang bijak, argumentatif, dan tetap dalam bingkai iman dan etika keshalihan
Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on July 31, 2007 in Artikel

 

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: